just for fuuuunnn

just for fuuuunnn

It is how it is tanpa rekayasa

Read it Feel it Love it !

Wednesday, December 30, 2009

NEW YEAR 2010

Banyak banget yang udah gue lewatin di tahun 2009.
Awal tahun gue masih duduk di bangku kelas 12 SMA, degdegan menghadapi UAN dibulan April, kebingungan mau kuliah dimana but luckly I was blessed with my awesome friends and my silly boyfriend (sekarang dah jadi ex). Hari-hari disekolah enggak terasa banget berlalu gitu aja.. Kenangan di tahun 2009 terlalu banyak.. Di tahun 2009 akhirnya gue ngerasain Farewell Night buat senior di sekolah, gue perpisahan bareng angkatan gue ke Bali, gue jurit malem di kuburan, hasil UAN gue juga sangat memuaskan hehe.. Di tahun 2009 gue ngerasa bener-bener sayang sama pacar gue, sayang banget sama temen-temen gue..Pokoknya gue seneng banget deh bisa selalu gila-gilaan dan tertawa riang haha.. And didn't want anything to change.. Tapi apa yang kita rencanain belom tentu berjalan mulus seperti yang kita pengenin.. Di tengah tahun, I felt like everything started to fall apart..
Gue enggak dibolehin kuliah di universitas yang pengen dan dipaksa untuk kuliah di Temple University Japan.. Akhirnya bulan Agustus gue pindah kesini dengan sangat sangat sangaaaaatt berat hati karen gue harus ninggalin rumah, pacar, temen-temen gue di Indo..
Minggu-minggu pertama gue udh ngerasa homesick banget.. Tapi pacar sama temen-temen gue selalu nemenin gue berchat-ria dan webcaman hehe :) Awal September gue masuk kuliah, dan rata-rata temen-temen gue juga pada masuk tanggal segitu.. Gue masih perlu beradaptasi banget diuniv.. Dan saat-saatnya gue bener-bener down karena bonyok jarang banget mau dengerin gue dan gue belom dapet temen-temen yang "pas" banget, eeehhh si pacar malah bikin tambah down soalnya ternyata dia dapet cewe baru di univnya dia.. Can you imagine how I felt? Gilaaaaa perasaan gue udah campur aduk banget waktu itu.. 78 hari gue nangisin dia di tahun 2009!!! Waktu itu gue mulai bisa ngejalanin kehidupan baru gue disini sebagai anak kuliahan, gue juga udah mulai dapet temen-temen yang baik dan care sama gue.. Tapi gatau kenapa pasti setiap hari gue keinget kenangan-kenangan sama si ex.. Tiba-tiba gue ngerasa jadi kyk orang beda banget waktu itu. Gue mulai jadi pendiem dan gue jarang banget ketawa, senyum aja susah, pas temen-temen gue pada bercandaan gitu gue cuma bisa senyum tipis.. Sekalinya gue ketawa, enggak bertahan lama haha.. Sakit banget rasanya ya ampun.. Bulan november gue udah mulai bisa ngehapus kegiatan mengangis sebagai rutinitas harian gue.. Banyak banget yang terjadi di asrama dan di kehidupan perkuliahan.. Gue mulai ngeliat ke dunia yang lebih luas (cieelah bahasanya).. Mulai ngerti tentang kehidupan, mulai "have fun" ala anak kuliah AHAHAHA (jangan mikir yang aneh-aneh ya), gue mulai balik ke karakter asli gue yang suka gila, bego, ga jelas, dan mulai terbiasa dengan semuanya.. Gue dapet banyak banget pelajaran di tahun ini..
Gue mau ngucapin very very terima kasih haha buat temen-temen gue yang selalu bisa nemenin gue saat gue sedih, yang selalu bisa bikin gue senyum, ketawa-ketiwi dan menggila
Gue bersyukur banget kenal sama semua yang gue kenal di tahun ini hihi..
We never know what will happen tomorrow..
Tapi yang pasti di tahun 2010 gue harep gue bisa jadi anak yang lebih dewasa dan enggak cengeng.. Gue pengen bisa nerima semuanya apa adanya dan bisa bersyukur dengan apa yang Tuhan kasih ke gue dalam hidup gue, karena gue termasuk orang yang beruntung yang dipenuhi berkat kalo dibandingin banyak orang diluar sana..
Thank you God, thank you to my family and friends..
I hope 2010 will be a better year for all of us! 

HAPPY NEW YEAR 2010!!!!!

Monday, December 14, 2009

CINTA BERSEMI SETELAH 40 TAHUN TERPISAH - true story


Pada suatu hari yang gelap di musim gugur 1942, udara
dingin, sangat dingin. Hari itu tak ada bedanya dengan
hari-hari lain di kamp konsentrasi Nazi. Aku berdiri menggigil
dalam pakaian compang-camping yang tipis, masih
tak percaya bahwa mimpi buruk ini benar-benar terjadi.
ku hanya seorang anak laki-laki. Seharusnya aku bermain-main
bersama kawan-kawanku; seharusnya aku pergi ke
sekolah; seharusnya aku bersemangat menyongsong masa
depanku, ketika aku akan menjadi dewasa, menikah, dan
membangun keluargaku sendiri. Tetapi, semua impian itu
hanya pantas untuk mereka yang masih hidup, dan aku
bukan lagi salah satu dari mereka. Aku nyaris mati, mencoba
bertahan hidup dari hari ke hari, dari jam ke jam,
sejak aku diseret dari rumahku dan dibawa ke sini bersama
puluhan ribu orang Yahudi lainnya.
Apakah besok aku masih hidup?
Apakah malam ini aku akan dibawa ke kamar gas?
Aku berjalan mondar-mandir di dekat pagar kawat berduri,
mencoba menghangatkan tubuhku yang kedinginan.
Aku lapar, tetapi sudah sejak lama aku kelaparan, lebih
lama dari yang ingin kuingat-ingat. Aku selalu kelaparan.
Makanan yang layak sepertinya hanya ada dalam mimpi.
Setiap hari semakin banyak di antara kami menghilang
begitu saja, masa lalu yang bahagia tampak semakin samar.
Aku kian tenggelam dalam keputusasaan.

Tiba-tiba, aku melihat seorang anak perempuan berjalan
di balik pagar kawat berduri. Anak itu berhenti dan memandangku
dengan mata sedih, mata yang seakan berkata
bahwa dia mengerti, bahwa dia juga tidak bisa menemukan
jawab mengapa aku ada di sini. Aku ingin membuang
pandang, aku malu dan canggung karena anak perempuan
asing itu melihatku dalam keadaan seperti ini. Tetapi, aku
tak kuasa mengalihkan mataku dari matanya.
Kemudian dia merogoh kantongnya dan mengeluarkan
sebutir apel merah. Apel yang cantik, merah kemilau.
Sudah berapa lamakah sejak terakhir kalinya aku melihat apel
seranum itu?! Dengan waspada dia menoleh ke kanan dan
ke kiri, lalu sambil tersenyum penuh kemenangan cepatcepat
melemparkan apel itu melewati atas pagar. Aku lari
memungutnya, memeganginya dengan jari-jariku yang gemetar
dan membeku. Dalam duniaku yang penuh kematian,
apel itu menjadi lambang kehidupan, lambang cinta. Aku
mengangkat wajahku dan melihatnya menghilang di kejauhan.
Esok harinya, aku tak dapat menahan diri—pada waktu
yang sama aku berdiri di tempat yang sama, di dekat
pagar. Apakah aku gila mengharapkan dia datang lagi? Tentu
saja. Tetapi, di dalam hati aku bergantung pada seiris harapan
tipis. Dia telah memberiku harapan, aku harus bergantung
erat pada harapan itu.

Sekali lagi, dia datang. Sekali lagi, dia membawakan sebutir
apel untukku, melemparkannya lewat atas pagar
sambil tersenyum manis seperti kemarin.
Kali ini apel itu kutangkap, lalu kupegang tinggi-tinggi
agar dia melihatnya. Matanya berbinar. Apakah dia mengasihaniku?
Mungkin. Aku tidak peduli. Aku cukup senang
bisa memandangnya. Dan untuk pertama kalinya sejak sekian
lama, aku merasa hatiku bergetar karena luapan perasaanku.
Tujuh bulan lamanya kami bertemu seperti itu. Kadangkadang
kami bertukar kata. Kadang-kadang, hanya sebutir
apel. Tetapi, bukan hanya perutku yang diberinya makanan.
Dia bagaikan malaikat dari surga. Dia memberi makanan
untuk jiwaku. Dan entah bagaimana, aku tahu aku juga
memberinya makanan.

Suatu hari, aku mendengar kabar mengerikan: kami
akan dipindahkan ke kamp lain. Itu bisa berarti kiamat
bagiku. Yang jelas, itu merupakan akhir pertemuanku dengan
kawanku itu.
Esok harinya ketika aku menyapanya, dengan hati
hancur kukatakan apa yang nyaris tak kuasa kusampaikan,
“Besok jangan bawakan aku apel,” kataku kepadanya.
“Aku akan dipindahkan ke kamp lain. Kita takkan pernah
bertemu lagi.” Sebelum kehilangan kendali atas diriku, aku
berbalik dan berlari menjauhi pagar. Aku tak sanggup
menoleh ke belakang. Kalau aku menoleh, aku tahu dia
akan melihatku berdiri canggung sementara air mata
mengalir membasahi wajahku.


 

Bulan demi bulan berlalu. Mimpi buruk itu terus
berlanjut. Tetapi kenangan akan anak perempuan itu mem-
bantuku mengatasi saat-saat mengerikan, rasa sakit, dan
rasa putus asa. Berkali-kali aku melihatnya dengan mata
pikiranku; aku melihat wajahnya dan matanya yang lembut.
Aku mendengar kata-katanya yang lembut dan
mencecap manisnya apel-apel itu.
Sampai pada suatu hari, mimpi buruk itu tiba-tiba
berakhir. Perang sudah selesai. Kami yang masih hidup
dibebaskan. Aku telah kehilangan semua milikku yang
berharga, termasuk keluargaku. Tetapi aku masih menyimpan
kenangan akan anak perempuan itu, kenangan yang
kusimpan dalam hati dan memberiku kemauan untuk
meneruskan hidupku setelah aku pindah ke Amerika untuk
memulai hidup baru.


Tahun-tahun berlalu. Sampai tahun 1957. Saat itu aku
tinggal di New York City. Seorang kawan memaksaku
melakukan kencan buta dengan seorang wanita kawannya.
Dengan enggan, aku menyetujuinya. Ternyata wanita
itu manis, namanya Roma. Seperti aku, dia juga seorang
imigran. Dengan begitu setidak-tidaknya kami punya persamaan.
“Di mana kau selama masa perang?” Roma bertanya
kepadaku, dengan cara halus seperti umumnya para imigran
yang saling bertanya tentang tahun-tahun itu.
“Aku ada di sebuah kamp konsentrasi di Jerman,” jawabku.
Mata Roma tampak menerawang, seakan-akan dia ingat
sesuatu yang manis namun membuatnya sedih.
“Ada apa?” tanyaku.
“Aku ingat masa laluku, Herman,” Roma menjelaskan
dengan suara yang tiba-tiba menjadi sangat lembut. “Wak-
tu masih kecil, aku tinggal dekat sebuah kamp konsentrasi.
Di sana ada seorang anak laki-laki, seorang tahanan.
Selama beberapa bulan aku selalu mengunjunginya setiap
hari. Aku ingat, aku biasa membawakan apel untuknya.
Aku selalu melemparkan apel itu lewat atas pagar. Anak
itu senang sekali.”
Roma mendesah panjang, lalu meneruskan, “Sulit menggambarkan
bagaimana perasaan kami masing-masing—
bagaimanapun waktu itu kami masih muda sekali. Bahkan
jika situasi memungkinkan pun kami hanya bertukar beberapa
kata—tetapi aku yakin, waktu itu di antara kami
tumbuh cinta yang tulus. Aku yakin dia pasti dibunuh seperti
yang lain-lain. Tetapi, aku tak sanggup membayangkan
itu. Karenanya, aku berusaha mengenangkan dia seperti
yang kulihat di bulan-bulan itu, ketika kami sedang bersama-
sama.”
Dengan jantung berdegup kencang hingga kupikir
nyaris meledak, aku menatap Roma lekat-lekat dan bertanya,
“Apakah pada suatu hari anak laki-laki itu berkata kepadamu,
‘Besok jangan bawakan aku apel. Aku akan dipindahkan
ke kamp lain’?”
“Wah, ya,” sahut Roma, suaranya bergetar.
“Tapi, Herman, bagaimana mungkin kau bisa tahu itu?”
Aku meraih tangannya dan menjawab, “Karena aku
adalah anak laki-laki itu, Roma.”

Detik-detik berlalu lambat. Yang ada hanya keheningan.
Kami tak dapat mengalihkan mata kami. Lama kami saling
memandang. Kemudian, setelah tirai waktu terangkat,
kami mengenali jiwa di balik mata yang saling bertatapan,
kami mengenali kawan yang manis dan pernah sangat
kami cintai, yang selalu kami cintai, yang tak pernah
hilang dari kenangan kami.
Akhirnya, aku berkata, “Roma, aku pernah dipisahkan
darimu. Sekarang aku tidak ingin dipisahkan lagi darimu.
Sekarang aku bebas, aku ingin selalu bersamamu, selamanya.
Sayangku, maukah kau menikah denganku?”
Aku melihat binar-binar yang sama di mata yang dulu
sering kupandangi itu ketika Roma menjawab, “Ya, aku
mau menikah denganmu.” Lalu kami berpelukan, pelukan
yang sudah kami dambakan selama berbulan-bulan, tetapi
terhalang oleh, pagar kawat berduri yang memisahkan
kami. Sekarang, tak ada lagi yang akan memisahkan kami.
Hampir empat puluh tahun telah berlalu sejak aku
menemukan Roma-ku lagi. Nasib mempertemukan kami
untuk pertama kalinya di masa perang, untuk menunjukkan
kepadaku adanya janji harapan. Sekarang, nasib pula yang
mempersatukan kami untuk menunaikan janji itu.

Hari Valentine tahun 1996. Kuajak Roma ke acara
Oprah Winfrey Show untuk menghormatinya di siaran
televisi nasional. Di depan jutaan pemirsa, aku ingin mengatakan
kepadanya apa yang kurasakan dalam hatiku
setiap hari:
“Kekasihku, kau memberiku makanan di kamp konsentrasi
ketika aku kelaparan. Aku akan tetap lapar dan
dahaga akan sesuatu yang rasanya takkan pernah cukup
kuperoleh: Aku lapar dan dahaga akan cintamu.”
 



Herman dan Roma Rosenblat
Seperti diceritakan kepada Barbara De Angelis, Ph.D.

Wednesday, December 9, 2009

Doraemon "Pistol Pemecah Masalah"


I want to share this with you guys! Pas gue liat gue ngakak jadi gue langsung mau post deh di blog biar kalian semua juga ngakak! :) Btw, gue dapet ini dari my good friend, Dimas Affan Putra Sokowati aka KAPPA the cucumber guy. Thanks for putting a big smile on face today! Kocak banget ini kalo ga ketawa berarti you've lost your sense of humor! 





* the end *

Tuesday, December 8, 2009

best roomates ♥

this is a post about my roommates in high school, our room is D1-10 and it is filled with these four awesome girls!




(left to right: clary, ika, titis, abab)

selama roomate-an setahun sama mereka bertiga nih ya, banyak banget kenangannya pas lulus.. kebanyakan malah nama panggilan kita semua bersumber dari "posisi" kita di kamar

waktu awal masuk kelas tiga kita ngebagi jadwal bersih2 kamar dengan nama2: tante usman, imel, cinta dan laura.. awalnya tante usman itu clary soalnya dia yg paling rajin diantara kita berempat jadi dia ketuanya haha terus imelnya itu gue dan titis itu cinta (kakak) abab itu laura (adik), tapi sampe kita lulus kita ganti2 posisi, jadi peran dan tugas2nya jg ganti2.. kita juga kadang malah sering main sinetron2an gara2 peran kita ini.. yg paling gue inget itu waktu abab jadi laura and gue jadi cinta, ceritanya gue yang jahat gitu sm dia terus dia sering gue siksa, kita sekamar paling seneng banget denger teriakannya si abab kalo ceritanya lagi dicambuk pake guling sm gue ahahaha kocak banget! gara2 gilanya kita ini kita juga sampe dicap kamar berisik dari kamar sebelah kita dan bahkan akhirnya sampe semua kamar2 cowo yg lain..

selain tante usman, imel, cinta dan laura ada lagi yg namanya "keluarga tomitomi", awalnya ini gara2 ada muka cowo dimajalah yg namanya tommy.. senyumnya si tommy ini majalah tuh "ganteeeenng" banget, senyumnya bikin melting banget deh! TOP ABISSS, udah gitu di majalah dia masuk di section cowo apaaa gitu.. nah akhirnya kita ngegunting muka dia dan kita tempel di temboknya abab pake selotip super kuat yg warna coklat itu loh (tp versinya D10 warna ungu).. eh tapi sama ababnya di copot terus dibuang ahaha (sangdis).. yaudah deh akhirnya kita ambil lagi dr tong sampah terus kita taro di tengah2 tembok, dan kita semua berempat suka niruin senyumnya yang mantep bgt itu.. pasti kalo lg pada bosen terus niruin si tommy lgsg pada ngakak.. yaudah deh akhirnya kita juga ada sebutan lain.. (ika: tomi1, titis:tomi2, clary: tomi3, abab:komi, komi ini artinya koki keluarga tomi soalnya waktu itu dia lg rajin2nya masak)..

romie dan julie, yaitu sebutan gue dan abab.. gue itu romi dan abab itu julie tp gatau kenapa ya si abab belakangan ini suka ngaku2 julie gitu, sampe akhirnya clary pun ikut berperan sebagai suster.. jadi ceritanya abab ini sakit sampe ngira kalo dia itu romi padahal dia yang julie.. dan sampe skrg pun penyakitnya belum sembuh karena dia masih ngotot kalo dia yang romi (mungkin baru baca sampe sini aja kalian udah mikir kalo kita ini freak banget kali ya, tp yaaaa everybody has their own way to have fun!)

kale and ale, lagi2 abab sama gue (gue sama abab sering banget ngegila berdua kalo titis sm clary sibuk ngurusin osis, kalo gue sm abab sih mending diem di tempat, tiduran, main capsa aja nih ya males bgt duduk, mainnya sambil tiduran, sampe mata jereng ngeliat kartu).. kale dan ale ini nama yg kita pake karena terinspirasi dari tukang pecel lele deket asrama, jadi yg jualan itu adek kakak (cie sok tau bgt padahal bisa aja teman baik doang).. nah yaudah deh karena rambutnya abab dari belakang mirip si mas2 ini jadi nama dia kale (kakak pele), dan gue jadi ale (adek pele).. pernah malah kita sampe ngarang cerita kalo pelenya bangkrut terus kita masuk tivi di "kejamnya dunia" clary sm titis jadi camera man sm tukang interviewnya.. dan tau engga, beberapa hari setelah itu pelenya engga ada gitu, kita sampe mikir kalo mereka beneran bangkrut dan sampe mau bikin episode dimana pelenya berjalan kembali, tp sampe lulus ga sempet2, dan akhirnya pele aslinya pun enggak pernah buka lagi.. (engga deng masih buka kok)..

hmm, terus jadwal mandi pasti biasanya yg pertama clary, terus titis, terus yg ketiga keempat biasanya gue sm abab gantian.. lagi2 gue sama abab yang pemalas haha.. pernah berkali2 gue sama abab janji pengen mandi pertama tapi selalu gagal, pasti kita ujung2nya tetep aja terkahir, sampe kadang makan paginya juga telat, bukan kadang lagi tp sering banget.. kalo ada selingan istirahat aja sebelum kelas gue sama abab pasti nyempetin tidur sampe sering banget kebablasan dan engga ikut kelasnya guru paling "rame dan berisik" si pak sadat, sekalinya masuk juga kita berdua malah mojok dibelakang gambar2 sama makan ciki, hahaha

kita juga selalu ada buat satu sama lain dalam masa-masa suka dan duka (wuaaaazzeekk).. waktu jaman2 happynya clary sama I yg telfonan mlm2 pasti kita ceng2in, sampe waktu mereka break up clarynya sedih minta ampun tp kita pasti ngecheer-up :) waktu titis dideketin sama H sama R, kita sempet kesel banget sama tuh dua orang tadinya haha, waktu gue putus-nyambung sama P juga mereka pasti selalu ada buat gue, waktu abab jaman2nya pedekate sama mas D juga kita ngedukung dia banget! (hehe piss bab ;PP) pokoknya gue seneng banget deh dapet sekamar sama mereka bertiga :)

kamar kita ini juga biasa dipake sebagai basecamp buat ngasik haha, dimana anggotanya biasa terdiri dari.



(left to right: risty, amon clary, ika, titis, loni) biasanya ditambah fani, vivi, nadya :)
kerjaan kita kalo ngumpul pasti bermain kartu, dan yang paling kita gemari adalah CAPSA :) sampe pernah dua kubu gitu main pake dua kartu haha, kalo engga main kartu ya biasanya kita story2 dan ngegosip seputar asrama dan sekitarnya hehe..sampe pas uan aja nih ya, tetep aja engga ada hari tanpa engga main kartu, sekali lagi saya katakan, SAAT UJIAN AKHIR NASIONAL, kami masih menyempatkan diri bermain kartu ahaha..

kamar kita ini nih paling nyambung banget kalo ngegosipin si "you know who" baaahh bisa sampe subuh ngegosipnya haha sampe kita masing2 ada hubungan "special" sama tuh orang, pokoknya engga ada abis2nya deh ngegosipin dia haha (kalo di inget2, sadis juga ya hahaha) oh ya, kita juga kadang suka ngegila sendiri dengan band impian kita, jadi kalo ada lagu di radio kita suka niru2in gitu sambil kadang divideoin (abab gitar, titis bass, clary keboard, gue drum) haha geblek banget deh pokoknya kita sekamar sering banget gajelas..

apalagi yaaaa, hmm waktu ulang tahunnya titis juga kita ngerjain dia parah deh haha, jadi si titis kita tinggal malem2 dikamar terus clary abab gue keluar pake baju2 putih gitu terus dari luar kita gedor2 pintunya sampe dia kebangun, terus kita kunciin dari luar haha tp rencana ini kurang berhasil sih soalnya si titis ga teriak sama sekali (dasar kamu titis), terus ujung2nya si titis keluar dan ngunciin diri diluar terus nginep di tetangga sebelah, begonya pas paginya kita bertiga yg ngerjain sok2 ga ada yang terjadi gitu lagi, padahal udah jelas2 si titis sempet ngeliat kita lari2 diluar ke kamar sebelah ahahah..
waktu ultah abab kita udah ada rencana oke nih, jadi mlm2 gitu mau pura2 jadi maling terus pura2 nyulik abab, pokoknya rencananya udah heboh bgt deh, ehhh gagal gara2 kebablasan tidur haha kacau banget dah nih kamar kalo udah tidur, ga bangun2 haha tp gilirannya pada bangun susah banget tidurnya..
waktu ultah clary kalo engga salah kita nyuekin dia ya? tp ini waktu ultah dia yg tahun lalu, soalnya yg tahun ini kita udah engga diasrama, pokoknya seharian kita jutek2in deh haha sampe clarynya kesel sendiri uciikucii, pas ultah gue juga pada sok2 lupa gitu, pdhal ultah gue barengan sama risty eh mereka pada ngucapin selamat ultah ke risty di depan gue tp guenya engga, dasar sangdis kalian! eh pas mlm2 gue udh merem (tapi belum tidur) mereka dateng terus berisik2 gitu didepan tempat tidur, jadi kedengeran mreka mau ngucapin met ultah haha, kacau banget deh nih kamar kalo ngerjain pas ultah ga ada yg beres! haha

oh ya yang paling serem itu waktu jamannya kita main 3D, jadi ini yg awalnya buat latian jurit malem sampe kita jadiin permainan ahah geblek! jadi ceritanya si abab itu yg jadi "the ghost" terus yg lain pada ditakut2in gtu sama dia, sampe kadang anak kamar lain ikutan main haha, pokoknya horor abis dah eh, besokannya gue ketindihan, awalnya sih gue biasa aja eh tapi ketindihannya berlanjut sampe berhari2 gilaaaaa hahaha sampe gue pindah tidur sama titis eh besoknya si titis yg panas gitu badannya parah bgt yaaa hahaha akhirnya setelah bbrpa hari gitu gue udah ga pnh ketindihan dan kita ga pnh main 3D lagi hahaha, terus tembok kamar gue jadi gue penuhin ayat2 gitu hahaha..kobis!

terkahir ketemu D1-10 itu seblm gue keJepang dan sekalian mau ditraktir clary.. kita makan bareng dan lagi2 sambil nunggu makan dateng kita sempet main capsa haha! abis itu kita karokean deh di inul, eh tapi bukannya karokean kita malah sedih2an, trs nangis haha, perpisahan itu enggak enak banget yaaaa hhe..

yang pasti gue seneng banget bisa sekamar sama lo semua :) banyak banget kenangan2 kita bareng tp gue udah mulai pegel nih hehe.. sekarang kita semua udah mencar2 di univ yang awalnya bukan impian kita (mungkin kecuali titis hehe), tp pasti ini emang udah rencana Tuhan buat nempatin kita disini dan pasti kita semua bisa sukses lulus dari universitas kita masing2 :)
gue kangen lo semuaaaa, pengen banget gue bisa balik SMA terus ngegila bareng D1-10.. gue sayaaaaangg banget sama lo bertiga! ga sabar bisa ngumpul bareng lagi!






love and miss you guys, a lot! xoxo

Saturday, October 24, 2009

scorpio sign :)


Scorpio
October 23 - November 21


Scorpio is the eighth Sign of the Zodiac, and you shouldn't take that lightly. You shouldn't take Scorpios lightly, either. Those born under this Sign are dead serious in their mission to learn about others. There's no fluff or chatter for Scorpios, either: these folks will zero in on the essential questions, gleaning the secrets that lie within. Scorpios concern themselves with beginnings and endings, and are unafraid of either; they also travel in a world which is black and white and has little use for gray. The curiosity of Scorpios is immeasurable, which may be why they are such adept investigators. These folks love to probe and know how to get to the bottom of things. The fact that they have a keen sense of intuition certainly helps.It's the Scorpion which symbolizes Scorpios, and it's no accident. Much like the Scorpion would rather kill itself than be killed, those born under this Sign are the ones who are in ultimate control of their destiny. It is life on the Scorpion's terms, too, since these folks promote their agenda (they are quite the executives) and see to it that things go forward. Others may find this overbearing (it can be) and even self-destructive, but that's the beauty of the Scorpion: these folks have tremendous regenerative powers, much like the literal Scorpion can lose its tail and promptly grow a new one. Fearless Scorpions rarely lose, per se, they just keep on going, since they are stubborn and determined to succeed (this Scorpio trait is in keeping with the Fixed Quality assigned to this Sign). Scorpios work as hard as they do so they can someday sit back and feel satisfied with themselves. These folks are intense, passionate and filled with desire. They're also complex and secretive, so don't expect to get much out of them, lest they become suspicious and exit stage left. It's best not to bet against Scorpios, either, since these folks are surprisingly resourceful.

Tuesday, October 20, 2009

SMA PRESIDEN

Okay I'm gonna tell you about my high school, SMA Presiden (I'm gonna start typing in Indonesian now, it'll be easier hehe) Jadi, SMA gue ini namanya SMA Presiden (Boarding School) emang sih ga gitu eksis soalnya baru buka 4 tahun yg lalu, (gue aja angkatan 3, skrg anak barunya angkatan 6).. Sekolah di SMA Presiden tuh asik banget loh, apalagi kalo udah jadi kelas 12 (senior).. Mungkin lo semua pada mikir "Ih males banget sekolah asrama, ga bebas" Emang bener sih ga bebas, pulang sekolah gabisa ke mal, ga bisa nongkrong2 ato apalah tp kalo kita jalan2 yg bikin asik temen2nya kan? Nah kalo diasrama tuh ya ketemu temen2 setiap saat, bangun tidur udah ada, makan jg bareng, sekolah ketemu lagi, udah gitu ada apel pula.. Mau main kerumah temen sampe malem? Silahkan.. Ga perlu mandi pake baju rapi jg bisa kok, tinggal jalan ke kamar sebelah bisa.. Lupa ngerjain PR? Gausah kerepotan nyontek pagi2, bisa pas malem hehe.. Belajar bareng juga bisa.. Pokoknya semuanya serba bareng deh (ini dia asiknya, lo ga bakal kesepian di SMA Presiden).. Duit abis tinggal Rp 0?? Lo masih bisa idup disana, tempat tidur ada (AC pula), makan 3x sehari iya, temen2 lengkap.. kurang aplg coba? Emg sih kadang2 suka iri juga sm sekolah2 lain yg soalnya mereka kmn2 serba cepet, nah kita lewat tol dulu baru nyampe (sekolah kita ini terletak di Cikarang).. Capek dijalan haha.. Buat yg pacaran di SMA Presiden, wuih gileee asik abis itu mah haha tiap hari ketemu, pulang sekolah masih kangen? Ketemuan aja didepan hihi :)

Mungkin kalo msh adek kelas sih ga enaknya lo hrs bener2 sopan dan hormat sm kaka kelas dan harus nyapa kalo ketemu (senioritas tinggi disekolah gue).. Nah kalo udah kaka kelas, aplg kalo kelas 12 udah ngerasa jadi dewa deh lo hahaha, kalo lewat pasti disapa, semua diprioritaskan buat elo kebanyakan..Tapi kaka kelas jg ga kurang ajar jg kok sm adek2nya.. Kadang2, kalo mereka ada yg cari masalah, biasanya dipanggil (dan ini bukannya main labrak2an ato gmn2.. tp sekedar mengingatkan kalo mereka udah ngelanggar Kode Kehormatan Siswa SMA Presiden, ciyeelah).. Sekolah kita semi-militer jadi kmn2 baris (but thats non a big problem) lama2 jg kebiasaan.. Kita jg ada Dewan Kehormatan Siswa sama Dewan Kedisiplinan (mereka itu isinya ank2 kelas 3 yg dianggap sekolah yg paling.. hmm apa ya kata yg tepat.. pokoknya yg berprestasi dan terpercaya deh) jadi kalo ada siswa yg udah parah bgt tingkahnya, ya silahkan deh tuh menghadap mereka2 hehe..

Nah saking kmn2nya dan apa2nya selalu bareng, adek sm kaka kelas ga kayak di sekolah2 lainnya, mungkin ga pernah ngomong ato ga saling kenal.. Di SMA Presiden semua saling kenal satu sama lain, kita itu satu keluarga. Yaiyalah tinggalnya aja bareng haha.. Absen pagi bareng, sekolah bareng, makan bareng, ekskul jg bareng.. Kita malah sering curhat2an sm adek/kaka kelas juga.. Dulu pas masih sekolah pasti tiap minggu pengen balik kdg2 bosen jg sm asrama, tp skrg gilirannya udah lepas, pengen balik lagi, pengen ngulang semuanya.. Bahkan sampe yg nyebelin2 jg kangen kok, misalnya denger bunyi pluit buat OR pagi, kaca digedor2 gr2 pada kebo semua, apel tiap hari trs ngucapin Prasetya sm Kode Kehormatan Siswa, kmn2 baris.. Aaaaahh kangeeenn banget deh :))

Oh, I forgot to mention, MOKS (masa orientasi & kedisiplinan siswa) di SMA Presiden beda dgn sekolah2 lainnya yg cuma 3 hari ato 1 minggu, disini moksnya 1 bulan!! (gue ga ikutan soalnya masuk kelas 2) gue jg bingung deh tuh ya ngapain aja sampe 1 bulan hehe tp disini pas moks kita jg ada yg namanya jurit mlm sm outbond (pas moks ini nih yg menyatukan perbedaan kita cihuyy.. soalnya kebersamaan sm kekompakan kita bnr2 di latih) :)

Oh iya, waktu UAN nih ya, asik banget deh kelas 12nya bener2 dimanja.. Kalo ngelanggar peraturan cuma ditegur biasa doang (yg biasanya hrs push-up, atp bahkan lari, jalan jauh, ga boleh pulang kerumah satu bula, dll), terus dapet roti sm susu 3x sehari, pas makan pagi siang mlm pasti ada desertnya, trs makanannya lebih "elit" drpd hari2 biasanya hehe.. Kalo lg istirahat ato bosen dikelas, jg gampang kalo mau istirahat dikamar :) Terus kebanyakan guru2 di SMA Presiden itu dosen, jadi ngajarnya ya bkn kyk guru sekolah tp ya kyk dosen, kalo niat belajar ya belajar kalo engga yaudah salah sendiri.. Jadi kita bnr2 hrs sadar diri, pas kuliah udah engga kaget jadinya..

Hmm,, apa lagi yaaaa... Well, banyak bgt deh yg bisa gue ceritain tentang SMA Presiden, yg pasti gue ga nyesel masuk situ karena gue dapet pengalaman2 yg berharga banget sm temen2 yg ga mungkin gue lupain.. 

Kalo gue omongin terus lama2 entar gue nangis dan "stuck" di halaman SMA, skrg gue cm lg ngereview aja hehe, it was good times, but we have to move on right? Start a new page.. make a new kind of happiness tp ga berati halaman sebelumnya dilupain, karena setiap halaman baru pasti berhubungan dan menyangkut halaman seblumnya (aduh jd ribet ngomongnya).. I just wanna say "Gue kangen banget sm SMA Presiden, dan gue kangen banget sm angkatan gue yg kompak abissss,PRODIGY :))" Ga sabar menuju halaman dimana kita semua akan berkumpul dan bercerita mengenai kenangan kita di SMA.. But it's to early to make that page right? Lets build the book slowly and make sure what were our hopes when we were in high school will come true when we'll meet each other "that day in the future" :)

SMA Presiden, apa kabar? "Luar Biasaaaa".. 


Mana semangatmu? "Huaaaahh huaaaah huaaaaaaaaaahh!!!!"